Biografi Syekh Muhammad Qurtubi bin Khalid Kalimantan (1918-2002M/1337-1423H)
Beliau menulis nama panjangnya pada muqaddimah Risalah Aurad Thareqat al Junaidiyah yang beliau tulis dengan tangan beliau sendiri yaitu H. Muhammad Qurtubi bin Khalid Kalimantan. Beliau mengemban keKhalifahan Thareqat Junaidiyyah al Bagdadiyah (Tarekat Junaidi Al Bagdadi) mulai tahun 1975M. Beliau lahir tahun 1918M di Desa Penyiuran kota Amuntai Kab. Hulu Sungai Utara.
Beliau telah banyak menimba ilmu Syari'at dan ilmu Hakekat terutama dari Gurunya yakni Hadhrotusysyaikh Kasyful Anwar Firdaus Bin Muhammad Shalih di Desa Banua Hanyar, Kec. Alabio, Kab. Hulu Sungai Utara Amuntai,Kalimantan Selatan, Indonesia. Sebelum mengambil bai'at tawajjuh mutlaq, Syekh Muhammad Qurtubi adalah wakil talqin dari Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam beberapa risalah dan keterangan, Beliaulah yang pertama kali memperkenalkan Thareqat Junaidiyyah (Imam Junayd Al-Baghdadi) secara utuh pada masyarakat Indonesia (seluruh Jama'ah Thareqat al Mu'tabarah an Nahdliyah Indonesia tahun 2000M), yang sebelumnya hanya faham aliran Tasawuf al Junaid saja yang disampaikan para Ulama pada masyarakat Indonesia.
Beliau telah banyak berjasa dalam pengembangan Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah dan memperjuangkan agar Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah menjadi Thareqat Mu'tabarah yaitu Thareqat yang diakui. Yang akhirnya Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah diterima dan bergabung dengan al Jam'iyah ahliat Thariqah al Mu'tabarah an Nahdliyah Indonesia pada Kongres/Muktamar ke IX di kota Pekalongan Jawa Tengah tahun 2000M/ 1377H dan terdaftar dengan nomor urut ke 45.
Pada masa perkembangan Thoriqoh ini, Kedudukan Khalifah Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah (Syekh Muhammad Qurthubi) berada di Jalan Mandawai IV/a Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Di kota inilah Pusat Organisasi Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah berdiri dan berkembang, Sebelum Khalifah Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah KH. Muhammad Qurtuby bin Khalid wafat, beliau mengangkat Gr. Muammad Syukri HS.sebagai Khalif (Kelak menjadi Khalifah) kemudian beliau juga mengangkat K. H. Muhammad Syibli (Guru Syubli) Sebagai Khalif setelah Khalif Gr. Muhammad Syukri (Guru Syukri)..
Syekh Muhammad Qurtubi wafat pada hari Rabu, tanggal 17 Juli 2002M/6 Rabi'ul Awwal 1423H. Beliau dimakamkan di Jalan RTA.Milono 5 Km masuk dari Bandara Palangkaraya yaitu tepatnya di samping Pesantren Tahfizul Qur'an dan Masjid Raudatul Jannah asuhan H. Materan.
Sepeninggal beliau, secara otomatis Gr. Muhammad Syukri menjadi Khalifah karena telah diangkat menjadi Khalif sebelumnya, namun Allah berkehendak lain, hanya beberapa bulan setelah wafatnya Syekh Muhammad Qurtubi, Gr. Muhammad Syukri juga wafat, disinilah nampak karomah Syekh Muhammad Qurtubi, dimana beliau mengetahui bahwa Gr. Muhammad Syukri tidak akan lama setelah kewafatannya juga akan wafat. Maka beliau mengangkat lagi Khalif Gr. Muhammad Syibli yang menjadi khalifah mutlaq setelah Gr. Muhammad Syukri wafat.
Dimasa Kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli (Guru Syubli) terjadi kegoncangan antar jama'ah thareqat ini, hal ini disebabkan karena adanya beberapa orang murid Syekh Muhammad Qurtubi yang tidak menerima dan tidak mengakui kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli, sehingga jama'ah menjadi terpecah belah. Seyogyanya apabila mereka benar-benar setia dan Taslim kepada Syekh Muhammad Qurtubi, maka mereka akan menerima dan mengakui kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli, karena Syekh Muhammad Syibli diangkat secara langsung oleh Syekh Muhammad Qurtubi menjadi Khalif dan secara otomatis menjadi Khalifah sepeninggal beliau kelak, akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya, mereka mendirikan majlis dan halaqohnya sendiri, dan tidak lagi meneruskan tarbiyyah dan tarqiyyahnya kepada Syekh Muhammad Syibli, sehingga dapat dipastikan kelompok ini telah terputus dari bimbingan mursyid dan mata rantai silsilah dan pada hakikatnya telah terlepas dari kejama'ahan dan keluar dari thareqat junaidiyyah.
Syekh Muhammad Syibli sebelum wafatnya telah mengangkat Syeikh Shatriyya Shabri Al-Kalua'i sebagai khalif, dan kini sepeninggal Syekh Muhammad Syibli (Guru Syubli), Kekhalifahan dan kemursyidan mutlaq diemban oleh Syekh Shatriyya Shabri (Guru Kelua) dengan demikian, pusat kepengurusan secara organisasi dan bimbingan keilmuan atau suluk dan riyadhoh kini berpusat di Majlis Ilmu dan Dzikir Da'watul Haqq Kelua (kediaman khalifah Syekh Shatriyya Shabri). Beberapa tahun yang lalu, khalifah mutlaq serta Mursyid Agung Thoriqoh Junaidiyyah Syekh Shatriyya Shabri Al-Kalua'i telah mengangkat Gr. Huryani Bin Muhammad Syukri HS. sebagai Khalif, maka kelak apabila beliau (Guru Kelua) telah berpulang ke Rohmatullah, maka secara otomatis Khalif Gr. Huryani.M.Syukri HS.(Guru Yani) menjadi Khalifah mutlaq Thoriqoh Junaidiyyah.
Dari Syekh Muhammad Qurtubi, Beliau telah mencetak Generasi- generasi Jama'ah Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah yang berkualitas dan dapat membimbing Ummat. Ummat yang lebih mengutamakan akhirat, Ummat yang menjalankan Syari'at Muhammad Rasulullah Saw. Ummat yang kontinyu mengamalkan Thareqatnya, namun hanya sedikit diantara mereka yang benar-benar taslim kepada Syekh Muhammad Qurtubi.
Generasi- generasi Jama'ah Pengamal Thareqat Qaum al Junaidiyah al Bagdadiyah yang dimaksud adalah murid-murid beliau antara lain :
1.Gr. Kiayi Muhammad Syukri HS Jorong Pelaihari Kalsel W.2003M
2.Gr. KH. Muhammad Syibli Shabri Kalimantan Tengah
3.Gr. KH. Shatriya Shabri, Kelua, Tanjung Kalsel
4.KH. Jumberi Ma'shum Bihara Balangan Kalsel W.2007M
5.Gr. KH. Mahran Yasin Km. 3 Banjarmasin Kalsel
6.Gr. Kiayi Mahjuri Dalam Pagar Martapura Kalsel
7.H.Arbandigana Kalimantan Tengah
8.Gr. KH. Timidzi Bihara Balangan Kalsel (sudah Wafat)
9.Hj. Fauziah (Isteri KH. Satria) Kelua, Kalsel
10.Gr. H.Abdullah Kalimantan Tengah
11.Gr. H. Supiyan Ds. Panyiuran, Amuntai Kalsel
12.Gr. Drs. Husen Kalimantan Tengah
13.Gr. H. Mahdian Kalimantan Tengah
14.Gr. H. Muhammad Ali Kalimantan Tengah
15.Gr. H. Muhammad Noor Kalimantan Tengah
16.Gr. H. Suriani Kalimantan Tengah
17.Gr. Habib Yahya Ahyadi Kalimantan Tengah
18.Gr. Kaspul Anwar Kalimantan Tengah
19.Gr. Mansyur Arifin Kalimantan Tengah
20.Gr. Shalih Kalimantan Tengah
Dan masih banyak murid beliau lainnya, namun sangat disayangkan, kebanyakan dari nama-nama diatas telah terputus dari Kekhalifahan dan mata rantai silsilah karena mereka tidak mengakui kekhalifahan syekh Muhammad Syibli, bahkan mereka menyatakan kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli telah dibatalkan oleh Syekh Muhammad Qurtubi secara ruhaniyyah, lebih parahnya lagi ada sebahagian dari mereka yang mengangkat seseorang yang bernama Madyan Asih sebagai Khalifah setelah Syekh Muhammad Qurtubi.
Daftar Bacaan :
-Ar Risalah Bahjatul 'Abid lil Jama'ahThareqat al Junaidiyah
-Hasil Mu'tamar ke IX tahun 2000
-Kasyf al Mahjub .....Syekh Ali bin Usman al Jullabi al Hujwir
-Kitab Inseklopedi Tasawuf................................
-Kitab Tanbihul Mugtarin.....Kr. Abd. Wahhab asy Sya'rani
-Makalah Mengenal Thareqat Panduan Pemula mengenal jalan menuju Allah Ta'ala
-Hasil Tabayyun (dengan keluarga, jama'ah dan Mursyid serta Beberapa Badal TQ Junaidiyyah)
-Kitab Tanwirul Qulub
-Artikel-artikel lainnya.
Beliau menulis nama panjangnya pada muqaddimah Risalah Aurad Thareqat al Junaidiyah yang beliau tulis dengan tangan beliau sendiri yaitu H. Muhammad Qurtubi bin Khalid Kalimantan. Beliau mengemban keKhalifahan Thareqat Junaidiyyah al Bagdadiyah (Tarekat Junaidi Al Bagdadi) mulai tahun 1975M. Beliau lahir tahun 1918M di Desa Penyiuran kota Amuntai Kab. Hulu Sungai Utara.
Beliau telah banyak menimba ilmu Syari'at dan ilmu Hakekat terutama dari Gurunya yakni Hadhrotusysyaikh Kasyful Anwar Firdaus Bin Muhammad Shalih di Desa Banua Hanyar, Kec. Alabio, Kab. Hulu Sungai Utara Amuntai,Kalimantan Selatan, Indonesia. Sebelum mengambil bai'at tawajjuh mutlaq, Syekh Muhammad Qurtubi adalah wakil talqin dari Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam beberapa risalah dan keterangan, Beliaulah yang pertama kali memperkenalkan Thareqat Junaidiyyah (Imam Junayd Al-Baghdadi) secara utuh pada masyarakat Indonesia (seluruh Jama'ah Thareqat al Mu'tabarah an Nahdliyah Indonesia tahun 2000M), yang sebelumnya hanya faham aliran Tasawuf al Junaid saja yang disampaikan para Ulama pada masyarakat Indonesia.
Beliau telah banyak berjasa dalam pengembangan Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah dan memperjuangkan agar Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah menjadi Thareqat Mu'tabarah yaitu Thareqat yang diakui. Yang akhirnya Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah diterima dan bergabung dengan al Jam'iyah ahliat Thariqah al Mu'tabarah an Nahdliyah Indonesia pada Kongres/Muktamar ke IX di kota Pekalongan Jawa Tengah tahun 2000M/ 1377H dan terdaftar dengan nomor urut ke 45.
Pada masa perkembangan Thoriqoh ini, Kedudukan Khalifah Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah (Syekh Muhammad Qurthubi) berada di Jalan Mandawai IV/a Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Di kota inilah Pusat Organisasi Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah berdiri dan berkembang, Sebelum Khalifah Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah KH. Muhammad Qurtuby bin Khalid wafat, beliau mengangkat Gr. Muammad Syukri HS.sebagai Khalif (Kelak menjadi Khalifah) kemudian beliau juga mengangkat K. H. Muhammad Syibli (Guru Syubli) Sebagai Khalif setelah Khalif Gr. Muhammad Syukri (Guru Syukri)..
Syekh Muhammad Qurtubi wafat pada hari Rabu, tanggal 17 Juli 2002M/6 Rabi'ul Awwal 1423H. Beliau dimakamkan di Jalan RTA.Milono 5 Km masuk dari Bandara Palangkaraya yaitu tepatnya di samping Pesantren Tahfizul Qur'an dan Masjid Raudatul Jannah asuhan H. Materan.
Sepeninggal beliau, secara otomatis Gr. Muhammad Syukri menjadi Khalifah karena telah diangkat menjadi Khalif sebelumnya, namun Allah berkehendak lain, hanya beberapa bulan setelah wafatnya Syekh Muhammad Qurtubi, Gr. Muhammad Syukri juga wafat, disinilah nampak karomah Syekh Muhammad Qurtubi, dimana beliau mengetahui bahwa Gr. Muhammad Syukri tidak akan lama setelah kewafatannya juga akan wafat. Maka beliau mengangkat lagi Khalif Gr. Muhammad Syibli yang menjadi khalifah mutlaq setelah Gr. Muhammad Syukri wafat.
Dimasa Kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli (Guru Syubli) terjadi kegoncangan antar jama'ah thareqat ini, hal ini disebabkan karena adanya beberapa orang murid Syekh Muhammad Qurtubi yang tidak menerima dan tidak mengakui kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli, sehingga jama'ah menjadi terpecah belah. Seyogyanya apabila mereka benar-benar setia dan Taslim kepada Syekh Muhammad Qurtubi, maka mereka akan menerima dan mengakui kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli, karena Syekh Muhammad Syibli diangkat secara langsung oleh Syekh Muhammad Qurtubi menjadi Khalif dan secara otomatis menjadi Khalifah sepeninggal beliau kelak, akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya, mereka mendirikan majlis dan halaqohnya sendiri, dan tidak lagi meneruskan tarbiyyah dan tarqiyyahnya kepada Syekh Muhammad Syibli, sehingga dapat dipastikan kelompok ini telah terputus dari bimbingan mursyid dan mata rantai silsilah dan pada hakikatnya telah terlepas dari kejama'ahan dan keluar dari thareqat junaidiyyah.
Syekh Muhammad Syibli sebelum wafatnya telah mengangkat Syeikh Shatriyya Shabri Al-Kalua'i sebagai khalif, dan kini sepeninggal Syekh Muhammad Syibli (Guru Syubli), Kekhalifahan dan kemursyidan mutlaq diemban oleh Syekh Shatriyya Shabri (Guru Kelua) dengan demikian, pusat kepengurusan secara organisasi dan bimbingan keilmuan atau suluk dan riyadhoh kini berpusat di Majlis Ilmu dan Dzikir Da'watul Haqq Kelua (kediaman khalifah Syekh Shatriyya Shabri). Beberapa tahun yang lalu, khalifah mutlaq serta Mursyid Agung Thoriqoh Junaidiyyah Syekh Shatriyya Shabri Al-Kalua'i telah mengangkat Gr. Huryani Bin Muhammad Syukri HS. sebagai Khalif, maka kelak apabila beliau (Guru Kelua) telah berpulang ke Rohmatullah, maka secara otomatis Khalif Gr. Huryani.M.Syukri HS.(Guru Yani) menjadi Khalifah mutlaq Thoriqoh Junaidiyyah.
Dari Syekh Muhammad Qurtubi, Beliau telah mencetak Generasi- generasi Jama'ah Thareqat al Junaidiyah al Bagdadiyah yang berkualitas dan dapat membimbing Ummat. Ummat yang lebih mengutamakan akhirat, Ummat yang menjalankan Syari'at Muhammad Rasulullah Saw. Ummat yang kontinyu mengamalkan Thareqatnya, namun hanya sedikit diantara mereka yang benar-benar taslim kepada Syekh Muhammad Qurtubi.
Generasi- generasi Jama'ah Pengamal Thareqat Qaum al Junaidiyah al Bagdadiyah yang dimaksud adalah murid-murid beliau antara lain :
1.Gr. Kiayi Muhammad Syukri HS Jorong Pelaihari Kalsel W.2003M
2.Gr. KH. Muhammad Syibli Shabri Kalimantan Tengah
3.Gr. KH. Shatriya Shabri, Kelua, Tanjung Kalsel
4.KH. Jumberi Ma'shum Bihara Balangan Kalsel W.2007M
5.Gr. KH. Mahran Yasin Km. 3 Banjarmasin Kalsel
6.Gr. Kiayi Mahjuri Dalam Pagar Martapura Kalsel
7.H.Arbandigana Kalimantan Tengah
8.Gr. KH. Timidzi Bihara Balangan Kalsel (sudah Wafat)
9.Hj. Fauziah (Isteri KH. Satria) Kelua, Kalsel
10.Gr. H.Abdullah Kalimantan Tengah
11.Gr. H. Supiyan Ds. Panyiuran, Amuntai Kalsel
12.Gr. Drs. Husen Kalimantan Tengah
13.Gr. H. Mahdian Kalimantan Tengah
14.Gr. H. Muhammad Ali Kalimantan Tengah
15.Gr. H. Muhammad Noor Kalimantan Tengah
16.Gr. H. Suriani Kalimantan Tengah
17.Gr. Habib Yahya Ahyadi Kalimantan Tengah
18.Gr. Kaspul Anwar Kalimantan Tengah
19.Gr. Mansyur Arifin Kalimantan Tengah
20.Gr. Shalih Kalimantan Tengah
Dan masih banyak murid beliau lainnya, namun sangat disayangkan, kebanyakan dari nama-nama diatas telah terputus dari Kekhalifahan dan mata rantai silsilah karena mereka tidak mengakui kekhalifahan syekh Muhammad Syibli, bahkan mereka menyatakan kekhalifahan Syekh Muhammad Syibli telah dibatalkan oleh Syekh Muhammad Qurtubi secara ruhaniyyah, lebih parahnya lagi ada sebahagian dari mereka yang mengangkat seseorang yang bernama Madyan Asih sebagai Khalifah setelah Syekh Muhammad Qurtubi.
Daftar Bacaan :
-Ar Risalah Bahjatul 'Abid lil Jama'ahThareqat al Junaidiyah
-Hasil Mu'tamar ke IX tahun 2000
-Kasyf al Mahjub .....Syekh Ali bin Usman al Jullabi al Hujwir
-Kitab Inseklopedi Tasawuf................................
-Kitab Tanbihul Mugtarin.....Kr. Abd. Wahhab asy Sya'rani
-Makalah Mengenal Thareqat Panduan Pemula mengenal jalan menuju Allah Ta'ala
-Hasil Tabayyun (dengan keluarga, jama'ah dan Mursyid serta Beberapa Badal TQ Junaidiyyah)
-Kitab Tanwirul Qulub
-Artikel-artikel lainnya.

Komentar
Posting Komentar